Pada dasarnya dihabitat aslinya, hanya ada dua tempat tumbuh tanaman anggrek. Pertama tanaman anggrek yang hidup menempel pada tanaman lain dan tidak mengganggu tanaman yang ditempeli. Jenis ini disebut anggrek Epiphyt. Yang termasuk jenis ini: Cattleya, Dendrobium, Cymbidium, phalaenopsis, Vanda, Oncidium. Kedua tanaman anggrek yang hidup ditanah. Biasanya hidup pada tanah berhumus yang subur. Jenis ini disebut anggrek Terrestris atau anggrek tanah.
Posting kali
ini akan menjelaskan bagaimana cara menanam anggrek epiphyt, yang telah
dilakukan oleh wawaorchid selama ini. Ada dua cara, yaitu ditanam pada pot dan
ditempel pada pohon atau papan pakis.
Sebenarnya
menanam anggrek itu sangat mudah dan sederhana, namun diperlukan kesabaran,
ketelatenan dan fokus. Point terpenting pada penanaman anggrek adalah
perakarannya tidak rusak, tanaman tidak goyang dan draenase lancar. Penanaman
yang benar ditunjang dengan pemeliharaan dan perawatan yang
baik serta penempatan pada daerah yang benar dipastikan akan memberikan
pertumbuhan tanaman yang bagus dan bunga yang indah.
Banyak kasus
yang memaksakan penanaman anggrek pada daerah yang kurang sesuai sehingga
pertumbuhan dan bunga yang dihasilkan juga tidak maksimal. Sebagai penanam
maupun penikmat bunga anggrek, seharusnya bisa menyesuaikan dengan habitat
tanaman anggrek jenis apa yang akan ditanam. Harus tahu apa yang dibutuhkan
tanaman anggrek tersebut. Menyesuaikan bagaimana lingkungannya,kebutuhan
air semaksimal mungkin mendekati habitat aslinya.
Penanaman
dengan pot.
Untuk jenis
anggrek yang berbatang monopodial (Vanda, phalaenopsis) cara menanam batang
diletakkan ditengah-tengah pot. Karena anggrek ini akan tumbuh terus lurus
keatas. Sedangkan anggrek berbatang sympodial (cattleya, dendrobium, cymbidium,
oncidium) cara menanamnya bagian batang yang tua diletakkan menempel pada
pinggir pot. Dan bagian tunas diletakkan pada bagian tengah pot. Sehingga
tanaman akan tumbuh makin ketengah.
Adapun
bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menanam dipot adalah :
1. Pot (Pot
plastik atau tanah)
Pot yang
akan dipakai sebaiknya pot baru. Bisa digunakan pot bekas namun harus dengan
perlakuan terlebih dahulu. Pot bekas biasanya ditumbuhi lumut, jamur bahkan
mungkin bakteri. Dan mungkin pot telah asam. Untuk itu harus dibersihkan sampai
betul-betul bersih.pemilihan pot adalah penting. Pot yang akan digunakan juga
harus disesuaikan dengan besarnya tanaman dan jenis anggrek yang akan ditanam.
Misalnya untuk vanda potnya beda dengan phalaenopsis. Vanda butuh pot yang
dalam dan berongga banyak, sedangkan phalaenopsis memerlukan pot yang tidak
terlalu dalam dengan lobang draenase yang cukup. Untuk yang menggunakan pot
plastik sebaiknya lubang dibagian bawah pot diperbesar, dan tambah lobang
dibagian samping atau sisi pot agar draenase lebih lancar.
2. Tiang
penahan batang tanaman.
Lebih baik
dibuat dari kawat dengan diameter 2~4 mm. Disamping kokoh juga tahan lama.
Fungsi dari tiang ini adalah untuk menyangga tanaman agar tidak goyang saat
penyiraman atau perlakuan lainnya. Sehingga pertumbuhan akar tidak terganggu.
Tiang penyangga dapat dilepas bila tanaman sudah menempel kuat pada pot.
3. Media
tanam.
Untuk
menanam anggrek dipot diperlukan media tanam. Ada beberapa jenis media
tanam Seperti, potongan pakis, arang kayu, potongan sabut kelapa, pecahan
batu bata atau genteng. Media ini diperlukan untuk mengikat air dan tempat
menempel akar tanaman.
Adapun cara
penanamannya yang pertama pasang tiang penahan sampai menyentuh dasar pot. Isi
pot dengan pecahan batu bata atau genteng secukupnya, bisa sampai 1/3 tinggi
pot. Ini difungsikan untuk pemberat pada pot plastik dan penahan air. Kemudian
masukkan media arang kayu atau potongan pakis 1/3 tinggi pot. Setelah itu
tanaman anggrek diletakkan diatas media dan akar diatur supaya menyebar rata.
Jangan lupa batang tanaman diikat pada tiang penyangga. Yang terakhir diatas
akar ditambah media lagi secukupnya. Perlu diingat, jangan sampai batang
tanaman pseudo-bulb tertimbun oleh media (cattleya,
dendrobium). Hal ini untuk menghindari luka yang bisa menyebabkan busuk dan
tanaman mati. Yang ditimbun oleh media adalah akar-akarnya saja.
Penanaman
dengan ditempel
Penanaman
dengan cara ini lebih simple dan tidak membutuhkan media. Pilihlah tanaman
anggrek yang tidak terlalu panjang batangnya, untuk menghindari patah.
Tempelkan tanaman anggrek pada pohon atau papan pakis. Pohon atau papan pakis
inilah sebagai media tanamnya yang berfungsi untuk menempel akar-akar tanaman
anggrek. Agar menempel kuat dan tidak goyang ikat batang anggrek tersebut pada
pohon atau papan pakis dengan tali plastik atau tali ijuk atau yang lainnya
yang tidak berkarat. Setelah perakarannya menempel kuat, tali bisa dilepas.
Lebih praktis tali pengikat bisa diganti kawat dengan panjang 5 – 6 cm,
dibentuk huruf U. Kawat ini untuk menjepit batang anggrek yang ditempelkan pada
papan pakis atau pohon.
Biasanya
kita tidak menyadari hal-hal sederhana, namun penting dalam penanaman anggrek.
Baru menyadari ketika tanaman kurang bagus pertumbuhannya bahkan sampai mati.
Mungkin posting diatas dapat membantu anda para pecinta anggrek. Setidaknya
menambah pengalaman dan sebagai pembanding apa bila anda mempunyai cara
penanaman lainnya.
http://downloads.ziddu.com/download/24046481/3gp-OPi660-naruchigo.com.3gp.html
http://downloads.ziddu.com/download/24046469/3gp-NSi377-naruchigo.com.3gp.html
http://downloads.ziddu.com/download/24046429/3gp-NSi376-naruchigo.com.3gp.html
http://downloads.ziddu.com/download/24040754/3gp-BBi04-naruchigo.com.3gp.html
http://downloads.ziddu.com/download/24040683/3gp-BBi01-naruchigo.com.3gp.html
No comments:
Post a Comment